Atap – INDO ADI JAYA https://indoadijaya.com Sustainable Material Supplier & Contractor Mon, 03 Aug 2020 08:15:54 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.21 https://indoadijaya.com/wp-content/uploads/2020/05/icon-01-1-75x75.png Atap – INDO ADI JAYA https://indoadijaya.com 32 32 Inilah 5 Jenis Material Atap yang Digunakan Pada Umumnya https://indoadijaya.com/inilah-5-jenis-material-atap-yang-digunakan-pada-umumnya/ https://indoadijaya.com/inilah-5-jenis-material-atap-yang-digunakan-pada-umumnya/#respond Mon, 03 Aug 2020 08:15:53 +0000 https://indoadijaya.com/?p=1400 Sebagai salah satu bagian utama sebuah rumah, atap memiliki peran sangat penting. Atap mengamankan penghuninya dari cuaca seperti hujan, panas, dan sebagainya. Pada mulanya atap di rumah-rumah tradisional di Indonesia dibuat dari bahan-bahan alami termasuk rumbia, ijuk, jerami, dan sebagainya. Perkembangan zaman dan meningkatnya standar kenyamanan manusia membuka jalan bagi perkembangan jenis atap baru non organik yang lebih kokoh dan awet.

Bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun rumah, berikut ini adalah berbagai jenis genteng yang bisa menjadi pilihan untuk hunian Anda.

1. Atap Berbahan Alami

Atap jenis ini didapat dari bahan-bahan alami. Di Indonesia, setidaknya ada empat bahan yang umum dipakai antara lain kayu, bambu, ijuk, dan rumbia.

Salah satu contoh atap berbahan alami adalah atap kayu yang biasa disebut atap sirap. Lembaran papan kayu biasa ditata rapi di atas struktur atap dan memberi suasana sejuk bagi penghuni di bawahnya. Kayu yang umum digunakan adalah jenis ulin/kayu besi, jati, atau merbau.

Selain itu, atap ijuk juga ramai dipakai khususnya di rumah-rumah yang masih dibangun secara tradisional. Atap ini dibuat dari serabut keras pelindung pelepah pohon aren. Warnanya hitam, sifatnya awet dan tahan air. Atap ijuk cocok jika Anda ingin membangun rumah tropis gaya tradisional sehingga terkesan rustic.

2. Atap Genteng Tanah Liat

Atap genteng tanah liat adalah jenis atap yang paling umum digunakan saat ini. Sebagai bahan atap lokal, genteng baru berkembang pada awal abad 20. Semula didatangkan oleh pihak Belanda sebagai atap hunian dan pabrik-pabrik gula mereka, genteng tanah liat kemudian mulai populer di kalangan masyarakat lokal.

Saat ini ada berbagai jenis atap genteng dengan nama lokal yang unik, seperti genteng kodok, plentong, garuda, kojer, press, dan lain sebagainya. Genteng tanah liat dikenal dapat menahan panas dengan baik sehingga ruang di bawahnya sejuk. Genteng ini cocok diaplikasikan untuk berbagai gaya desain—dari tradisional hingga modern.

Varian modern dari genteng tanah liat adalah genteng keramik. Jika permukaan genteng biasa kasar dan berpori, genteng keramik permukaannya telah diberi lapisan glasir sehingga kedap air dan terlihat mengkilap.

3. Atap Genteng Beton

Seperti namanya, genteng beton dibuat dari bahan beton, yaitu pasir dan semen. Pewarna ditambahkan agar terlihat estetis. Bahan-bahan tersebut diproses melalui mesin bertekanan tinggi dan kemudian dipanaskan hingga terbentuk genteng yang kuat dan tahan lama.

Anda bisa memilih genteng beton tipe gelombang atau tipe datar (flat). Jika ingin kesan natural, Anda dapat memilih genteng yang bergelombang. Kesan modern muncul saat Anda menggunakan genteng flat. Bobot genteng beton yang cukup berat (60 kg per meter persegi, dibanding genteng tanah liat yang sekitar 45 kg) memerlukan konstruksi struktur atap yang kuat.

4. Atap Genteng Metal/Logam

Genteng metal saat ini semakin populer. Selain kemampuannya menahan pengaruh cuaca yang mumpuni, genteng metal juga ringan bobotnya dan gampang dipasang. Berbagai material logam digunakan untuk tipe genteng ini, seperti stainless steel/baja tahan karat, tembaga, genteng baja galvalum, spandek (paduan seng dan aluminium), genteng metal multiroof, genteng millenium, dan sebagainya.

Menurut teksturnya, ada genteng bergelombang dan ada pula yang flat. Tipe genteng milenium, misalnya, memiliki penampilan datar dengan warna futuristik yang cocok untuk rumah modern yang bergaya minimalis.

Meski genteng metal lebih ekonomis dan ringan, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menghantarkan panas yang tinggi. Bila langit-langit rumah tidak diberi ruang kosong atau plafon, rumah yang dinaungi genteng metal cenderung terasa lebih panas.

5. Atap Genteng Bitumen

Bitumen adalah nama lain aspal. Genteng bitumen memang dibuat dari paduan aspal dengan bahan-bahan penguatnya, yaitu serat kayu. Karena komponen pembuatnya itulah, genteng bitumen menjadi liat dan kuat.

Selain itu, genteng bitumen juga sangat ringan, sekitar 1/6 dari berat genteng beton untuk luasan yang sama. Alhasil, Anda bisa memasangnya pada tipe struktur penyangga atap apa saja. Materialnya yang ‘lunak’ membuat genteng ini bagus untuk meredam suara luar. Genteng yang mulai populer di AS pada permulaan abad 20 ini juga semakin populer penggunaannya di Indonesia, terutama untuk rumah-rumah bertema minimalis.

]]>
https://indoadijaya.com/inilah-5-jenis-material-atap-yang-digunakan-pada-umumnya/feed/ 0
Cara Memperkuat dan Merawat Plywood https://indoadijaya.com/cara-memperkuat-dan-merawat-plywood/ https://indoadijaya.com/cara-memperkuat-dan-merawat-plywood/#respond Thu, 30 Jul 2020 04:37:24 +0000 https://indoadijaya.com/?p=1395 Seperti bahan material olahan kayu lainnya, bahan ini pun juga dapat lapuk, apalagi jika ditempatkan di luar ruangan (outdoor). Terpaan udara, hujan, dan panas matahari dapat merusak struktur plywood, sehingga kayu lapis pun akan rusak dan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, plywood juga perlu perawatan atau perlakuan dalam penyimpanannya. Selain mencegah terjadi rusaknya struktur kayu, penyimpanan dan perlakuan ini bisa menjaga furniture tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrim.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat kayu lapis sehingga tidak mudah merusak struktur, apalagi lapuk dan rusak. Dibawah ini merupakan tata cara merawat yang dapat anda lakukan untuk memperkuat dan meningkatkan ketahanan atau umur plywood.

  1. Posisikan di tempat yang ideal
    Ideal yang dimaksud adalah tidak terlalu panas ataupun dingin. Tempat tersebut juga harus kering, tidak lembab ataupun basah. Dengan penempatan tersebut, plywood atau kayu lapis diharapkan mampu bertahan lama dan tidak mudah rusak.
  2. Hindari Air
    Seperti material yang terbuat dari kayu, air adalah bahan yang mampu merusak struktur kayu, jika ini terus menerus terkena air maka struktur plywood akan mengelupas, cepat lapuk, rusak dan tidak tahan lama. Maka dari itu, sebaiknya bahan ini ditempatkan di tempat yang jauh dari kelembaban,genangan air atau sumber air.
  3. Berikan jarak furniture dari dinding (terlebih pada dinding lembab)
    Pada saat akan meletakkan furniture yang menggunakan bahan plywood, berikan jarak sekitar 5-10 cm dari dinding ( jangan menempel terlalu dekat pada dinding ) Furniture yang terlalu menempel dinding akan terkena kelembaban dinding sehingga merangsang pertumbuhan jamur pada plywood, sehingga menjadi lapuk dan merusak strukturnya.
  4. Bersihkan minimal sebulan sekali.
    Jangan biarkan tumpukan debu menumpuk di permukaan furniture, karena debu dapat membuat furniture plywood menjadi noda membandel. Bersihkan mebel-mebel Anda minimal sebulan sekali

Demikian beberapa cara dan tips merawat plywood atau kayu lapis. Dengan menerapkan tips dan cara di atas, diharapkan furniture yang berbahan plywood menjadi lebih kuat, tahan lama, dan pastinya tidak mudah rusak atau pun lapuk.

Sumber: https://hanaplywood.com/punya-mebel-plywood-dirumah-begini-cara-memperkuat-merawat-plywood/

]]>
https://indoadijaya.com/cara-memperkuat-dan-merawat-plywood/feed/ 0